Kepemimpinan Seorang Kepala Desa PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 06 May 2011 21:00

Kepemimpinan Tokoh Kepala Desa

Pertama tama saya akan memperkenalkan tokoh narasumber yang saya wawancara yaitu bapak MUHADI selaku kepala desa cilebut barat periode 27 maret 2007 - 27 maret 2013.Disini tokoh tersebut adalah tokoh yang berbudi luhur, jujur, sosialisme tinggi dan penyabar. Dikarenakan jadwal beliau yang sangat padat maka saya baru dapat janji untuk ketemu pada hari rabu tanggal 4 mei 2011 sebelumnya saya menemukan beliau dan mengatur perjanjian untuk pertemuan pada tanggal 4 mei tersebut. Didalam Tokoh Beliau saya lebih banyak bertanya cara penanganan masyarakat, desa yang lebih menangani sosial budaya di desa tersebut yang sekitar bulan lalu terdapat pro kontra tentang agama di desa tersebut. Saya datang ke kediaman beliau sekitar jam 7 malam dan sebelumnya saya sudah mempersiapkan pertanyaan pertanyaan yang saya ajukan kepada beliau, berikut dialog yang saya ajukan dan jawaban yang di lontarkan oleh beliau :

 

Saya : Assalamualaikum.

Bpk Muhadi : Walaikumsalam, Silahkan Masuk.

Saya : Oh iya pak,saya mau wawancara bapak hari ini, sudah ada waktu kan pak ?

Bpk Muhadi : Iya sudah silahkan duduk, Mau wawancara tentang apa ?

Saya : Saya mau wawancara tentang Sosial Budaya di desa ini dan tentang sudut pandang / latar belakang dari bapak sendiri.

Bpk Muhadi : Boleh, mau tanya apa ?

Saya : Ok pak saya mulai ya, Pertama saya ingin menanyakan Visi Misi saat ingin menjadi kepala desa di sini ?

Bpk Muhadi : Visi Misi saya kalo intinya yaitu Mewujudkan masyarakat yang berdaya guna , berbudaya dan bertaqwa.

Saya : Oh gitu ya pak lalu yang telah tercapai dala visi misi bapak itu contohnya apa ?

Bpk Muhadi : Kalo masalah dari visi misi saya itu lebih ke Per orangan ya jadi itu pribadi masing", disini yang telah tercapai seperti masyarakat yang tadinya tidak tau hukum ,peraturan dan lain lain menjadi sedikit tahu atau lebih memahami nya jadi tidak banyak yang mudah terjebak dengan peraturan" yang ada.

Saya : jadi bapak lebih mengajak masyarakat untuk memahami peraturan yang ada ya ?

Bpk Muhadi : iya.

Saya : nah itu tadi yang saya tanyakan adalah awal dan akhir kalo untuk prosess nya bagaimana pak ?

Bpk Muhadi : Kalo untuk processnya tidak mengenal waktu, apakah sedang Mengaji, Di warung, Mengobrol, Bergotong royong dan lain" jadi tidak terpaku dalam pertemuan formal seperti isra mi'raj dan pertemuan pertemuan formal lainnya.

Saya : Oh gitu ya pak,bapak suka ke warung juga ? hehe

Bpk Muhadi : iya dong kalo beli rokok atau beli apa gitu kan ke warung.

Saya : hehehe, terus kalo dalam menangani masalah di desa misalnya terdapat pro kontra itu menanganinya gmn pak ?

Bpk Muhadi : kalo untuk menangani masalah kita tidak boleh ceroboh , pertama tama mendeteksi sedini mungkin yang diperkirakan menjadi pemicu masalah sebelum itu menjadi besar. Lalu Klasifikasi apakah itu?Lalu Di pelajari permasalahannya, Merumuskan jalan keluar agar tidak terjadi masalah.Hal tersebut di bantu oleh DPD,RT/RW. Jika sudah mendapat kesimpulan baru mengundang secara resmi si pihak terkait. Dan dalam menanginnya yang penting itu Kunci nya adalah "Sabar".

Saya : Oh gitu ya pak,berarti ga bisa gegabah ya menambil keputusan.

Bpk Muhadi : iya,ga bisa asal aja.

Saya : Ok pak kalo untuk kegiatan masyarakat disini bagaimana apa rutinitas atau gimana pak dan apa aja yang biasanya di lakukan ?

Bpk Muhadi : kalo kegiatan seperti pembangunan infrastruktur (jalan,masjid dan lain lain), itu biasanya sebulan sekali dan tidak mudah untuk mengajak masyarakat ikut bergabung dalam pembangunan tersebut ya mau tidak mau sang pemimpin harus ikut dalam kegiatan tersebut agar warga dan masyarakat juga ikut dalam pembangunan,lalu masyarakat saat ini yang sosialisasi nya kurang juga sulit untuk merayu, cara merayu nya ya itu saya mengajak tidak mengenal waktu apakah sedang di warung atau sedang di kegiatan lain. Lalu kalo rutinitas yang seminggu sekali itu seperti pengajian di masjid.

Saya : oh gitu ya pak ternyata sulit juga ya ngajak masyarakat untuk ikut bergotong royong.

Bpk Muhadi : iya apa lagi masyarakat saat ini lebih individualis.

Saya : hmm, untuk masalah yang pernah bapak alami yang paling sulit di tangani apa itu pak ?

Bpk Muhadi : Masalah yang bulan kemarin itu yang paling sulit, yaitu masalah agama, karena agama itu kan di lindungi oleh negara, Jadi terdapat masalah agama di luar islam memaksakan kehendak kegiatan kebaktian, tidak ada izin, tidak ada permisi. Ya cara menanginya sesuai UUD 1945 pasal 29 tentang agama islam,kristen katolik,kristen protestan,budha dan hindu itu di akui. jadi saya tidak bisa langsung menyuruh mereka untuk berhenti melakukan kegiatan tersebut.Saya tangani masalah tersebut secara pendekatan pribadi persuasif "memberitahu bahwa kegiatan mereka tidak ada izin dan bahwa tempat mereka itu rumah (untuk tempat tinggal) bukan untuk tempat peribadatan". Ternyata mereka masih ngeyel dengan yang saya kasih tau dengan halus tersebut dan akhirnya saya undang satu pihak tidak dengan kedua pihak ,satu pihak disini (si Pro) dan satu pihak lagi (si Kontra). dan jika mereka masih ngeyel maka masalah ini akan naik hingga tingkat kecamatan lalu ke tingkat kabupaten. dan ternyata masalah ini pun masuk hingga tingkat kabupaten.Mereka tetap ngeyel hingga bicara "kami siap mati". lalu tim Intelegen dari Kodim Mengatakan "Anda siap mati, Saya siap Jihad". Lalu mereka pun terdiam dan tetap melakukan kebaktian tersebut. Dan akhirnya di waktu mereka ingin melakukan kegiatan kebaktian warga sudah menyatroni rumah tersebut hingga tidak melakukan kebaktian yaitu jam 10 - 12 pagi setiap hari minggu lalu keesokan harinya para warga pun terkecoh karna kegiatan kebaktian ternyata di lakukan jam 6 - 8 pagi pindah jadwal, lalu warga pun tidak abis pikir dan di satroni dari jam setengah 6 pagi dan mereka yang melakukan kegiatan kebaktian pun tidak bisa berbuat apa- apa dan meminta untuk di buatkan sarana peribadatan untuk mereka, dan saya menjawab Silahkan minta ke FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) yaitu dimana jika ingin di buatkan prasarana umat peribadatan di luar agama islam maka harus terdapat 90 tanda tangan non muslim, dan 60 tanda tangan muslim sebagai persetujuan.

Saya : wah ternyata pusing sekali ya pak kemarin makanya saya tidak bisa ketemu,hehe

Bpk Muhadi : iya makanya kemarin saya sibuk sekali dan sekarang masalahnya sudah selesai.

Saya : oya di dalam waktu terdapat masalah tersebut di sini ada lomba desa ya ? desa ini dapat juara brp pak ?

Bpk Muhadi : mendapat juara 1 tingkat kecamatan dan mendapat juara 3 tingkat kabupaten.

Saya : wah enak tuh pak , gimana persiapannya ,lalu yang dinilai itu apa saja ?

Bpk Muhadi : penilaian tersebut secara administratif rutin melapor dengan data yang akura, kantor desa yang resprentatif ,figure seorang kepala desa, dukungan lembaga, dan tingkat partisipasi masyarakat.Oya kami di sini di ajukan untuk ikut lomba dari kecamatan,bukan kami yang meminta untuk mendaftar karena kalo di ajukan itu sudah di nilai sebelumnya.

Saya : oh jadi tidak kaya lomba lomba yang biasa ya yang harus daftar?

Bpk Muhadi : iya jadi kita di ajukan , Juara 1 dan masuk tingkat Kabupaten. dari kecamatan sekitar 420 desa, dan dari 40 kecamatan hanya yang terpilih 6 untuk masuk tingkat kabupaten dan desa kami masuk . Di dalam tingkat kabupaten yang di nilai itu Pengetahuan LPM, Kepala desa, Ketua Penggerak PKK , Usaha usaha masyarakat yang di lakukan dalam rumah tangga dan nilai itu yang paling tinggi apa lagi jika usaha tersebut menjadi suatu peluang usaha bagi warga.

Saya : oh begitu ya pak, ternyata tidak mudah ya jadi pemimpin, oya pak tidak terasa sudah jam 8.30 saya ingin pamit pulang dulu ,makasih banyak ya pak.

Bpk Muhadi : Oh iya tidak terasa sudah jam segini.

 

Sebelum saya pamit saya meminta biodata/latar belakang dari Bapak Muhadi. Seperti berikut :

Sekolah Dasar tahun 1973 - 1979 di cilebut 1

SPMP tahun 1979 - 1983 di Pandeglang

SPMA 1983 - 1985 di Pandeglang

1989 Kerja di kantor desa sebagai sekretaris LKMD

1991 Sebagai Kepala Urusan/Kepala seksi Umum

1995 Sebagai Kepala Urusan/ Kepala seksi Pemerintahan

1997 Sebagai PLH sekretaris Desa

Cita - Cita = Sebagai Penyuluh pertanian lapangan karena mempunyai basic sekolah pertanian.

Motivasi Rencana kedepan yaitu semakin berkembang dan semakin berkembang , akan terus menerus membangun desa ini menjadi lebih baik lagi dari hari hari sebelumnya.

Foto :

 


Last Updated on Friday, 06 May 2011 21:45